Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd, M.Si. *
Sumatera Expo 2009 resmi ditutup tanggal 1 November 2009 oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, H Gatot Pudjo Nugroho ST. Helat ini dilaksanakan sejak 29 Oktober hingga 1 November 2009 di Balai Kartini Jakarta.
Bertajuk ‘’Tourism Inspiring The World to Trade and Invest’’ Sumatera Utara Expo 2009 merupakan salah satu sarana promosi kepariwisataan di Sumut serta berbagai peluang investasi dan perdagangan kepada investor.
Kota Gunungsitoli merupakan satu daerah otonom di Pulau Nias yang mengikuti kegiatan ini. Merupakan satu kebanggaan bagi masyarakat Nias tentunya. Sebab, dari 5 daerah otonomi, hanya Koa Gunungsitoli yang hadir. Sedangkan 4 daerah Kabupaten, Nias, Nias Utara, Nias Barat, dan Nias Selatan, absen.
Kota Gunungsitoli berani hadir dengan pertimbangan, lewat kegiatan ini, banyak hal positif dapat diraih. Antaranya menggali potensi daerah dan masyarakat untuk menciptakan peluang-peluang sumber daya yang ada.
Sebagai kota baru dan juga baru pertama kali mengikuti kegiatan ini, Kota Gunungsitoli sadar betul segala kekurangannya. Terlebih persiapan dari segi waktu, dana dan sarana pendukung yang terbatas. Tapi, terlepas dari segala kekurangan tersebut, yang justru sangat menonjol adalah bahwa Kota Gunungsitoli memiliki semangat untuk menyatakan dirinya sama dengan daerah otonomi lain di Sumut.
Dan semangat kebersamaan itu terlihat dari dukungan masyarakat Nias yang berdomisisli di Jabodetabek, terutama masyarakat Nias yang berdomisili di Tangerang. Mereka begitu semangat memberi dukungan agar penampilan Kota Gunungsitoli maksimal pada Sumut Expo kali ini.
Kota Gunungsitoli memamerkan antara lain, udang, sapu lidi hias (ezoi likhe), nampan (nyiru), miniatur rumah adat, minyak goreng (fanikha sami), VCO, sabun transparan dari minyak kelapa, dodol durian dan batu bara. Semua yang ditampilkan ini ada dan diproduksi di Kota Gunungsitoli.
Menariknya, dari kegiatan ini ada dua pengusaha yang menaruh perhatian dan berminat menanamkan investasi. Pertama investasi di bidang listrik dan investasi di bidang penambangan batu bara. Keinginan para investor ini tentu akan ditindaklanjuti sesuai kesepakatan bersama Pemko Gunungsitoli pasca Sumex.
Sisi lain yang menarik adalah tanggapan dan respon pengunjung. Dari berbagai produk yang dipamerkan di stand Kota Gunungsitoli, ada dua yang menjadi perhatian pengusaha muda Nias, yaitu sabun transparan dan Tuo Nifaro.
Menurut mereka, sabun transparan jika memenuhi syarat dari sisi kesehatan setelah diteliti, sebaiknya dikembangkan dengan membuat kemasan yang menarik. Mereka yakin sabun produki kota Gunungsitoli ini mampu bersaing di pasar global. Begitu pula halnya dengan tuo nifaro.
Mereka berniat melakukan penelitian lebih jauh terkait berbagai kemungkinan pengembangan sabun transparan dan tuo nifaro. Jika memang memungkinkan, selain dikemas lebih menarik, dua produk ini akan dilemparkan ke pasar yang lebih luas.
Terhadap tuo nifaro, mereka yakin betul bahwa minuman-minuman kelas dunia saat ini awalnya adalah minuman-minuman seperti tuo nifaro.
Sentuhan Inovatif dan Kreatif Membangun
Sentuhan inovatif dan kreatif adalah cara dimana suatu kondisi spesifik yang memungkin suatu terobosan baru kebijakan dilakukan guna mempercepat proses pembangunan, meningkatkan daya saing, keunggulan kompetitif dan komparatif dan tidak terkesan ikut-ikutan. Terobosan baru tersebut tidak harus asli, boleh saja dengan cara mengadopsi dan secara kreatif disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Dalam melaksanakan otonomi daerah, perlu dilakukan berbagai upaya peningkatan kemampuan ekonomi, penyiapan sarana dan prasarana pemerintahan, pemberdayaan, dan peningkatan sumber daya manusia, serta pengelolaan sumber daya alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sekecil apapun hasil yang dicapai dalam Sumatera Utara Expo ini, minimal menjadi suatu harapan dalam pengembangan selanjutnya. Pemko Gunungsitoli akan memberi dukungan pada investor yang berhasrat berinvestasi.
Sesuai tema Sumatera Utara Expo 2009, ‘’Tourism Inspiring The World to Trade and Invest’’, kita harus menjadikan pariwisata dapat memberikan inspirasi untuk berdagang dan berinvestasi. Bahwa seseorang yang melakukan perjalanan wisata, apabila dia aman, nyaman di daerah wisata, maka dapat memunculkan inspirasi bagi dirinya atau temannya berdagang di daerah tersebut. Dan, jika berdagangnya aman, maka dirinya akan mengajak temannya untuk berinvestasi.
Oleh karena itu, spirit Sumatera Utara Expo 2009 harus mampu dipahami semua unsur dan mau menggalakkan dunia pariwisata di daerahnya. Masyarakat harus menjadi masyarakat yang sadar wisata. Hal ini tentu tidak terkecuali masyarakat Kota Gunungsitoli dan masyarakat Kepulauan Nias pada umumnya.
Sembari menunggu aksi lanjut dari mereka yang telah memberi perhatian. Tentu juga kita menunggu sumbang saran yang positif Ono Niha untuk kemajuan Gunungsitoli, Kota Samaeri. Semoga.
***
- Drs. Firman Harefa, S.Pd, M.Si. (Plt Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Gunungsitoli)











