Pulau Nias yang terletak di barat pulau sumatera memang kurang terjamah, tapi cukup dikenal di mancanegara. Banyak wisatawan domestik dan mancanegara mengenal pulau ini karena memiliki pantai yang indah dan ombak yang bagus untuk olahraga selancar (surfing).
Yang selalu menjadi tempat tujuan para surfer domestik dan mancanegara adalah pantai Sorake yang berada di Kabupaten Nias Selatan. Padahal banyak pulau di pesisir barat Sumatera yang tidak masuk daftar perhatian serius pemerintah, tapi sudah sejak lama menjadi perhatian dunia.
Pulau Sibaranun adalah sebuah pulau kecil di Kecamatan Pulau-pulau Batu, Nias Selatan, Sumatera Utara. Hanya ada satu desa di dalamnya. Namanya Desa Sibaranun. Mungkin nama ini asing ditelinga sobat bungryan, tetapi nama sudah akrab di komunitas surfing dunia. Banyak dari mereka yang datang, terutama peselancar asal australia.
Saat ini di sana terdapat Tello Island Lodge, yakni penyedia akomodasi satu-satunya berupa homestay dan bungalow. Lokasi yang sangat tenang karena jauh dari keramaian.
Pulau Sibaranun ramai dikunjungi pada bulan Maret-Oktober, karena pada bulan-bulan tersebut ombak di Pulau Sibaranun tingginya berkisar 4-5 meter, sehingga sangat cocok untuk berselancar.
Tello Island Lodge mulai berdiri sejak 2005 lalu. AwalnyaMax, peselancar asal Australia, datang menemui David salah seorang penduduk pulau Tello. Ia meminta bantuan minyak solar karena kapal pesiar “Tenggiri” yang ditumpangi untuk selancar kehabisan minyak solar. David yang sehari-hari dikenal sebagai pengusaha pangkalan minyak memberikan minyak solar kepada Max. Dari pertemuan itu, mereka sepakat membuat Tello Island Lodge untuk fasilitas para peselancar.
Lodge ini dilengkapi fasilitas akomodasi berstandar internasional,sanitasi yang bersih dan segala kebutuhan hidup di sebuah pulau terpencil. Selain itu, sejumlah operator asing masih mendatangkan kapal pesiar ke beberapa pulau di sekitar Tello. Mereka tinggal dan makan di atas kapal dan berselancar sampai tiga kali sehari.
Tello Island Lodge terlihat sekilas hanya berupa bangunan-bangunan sederhana. Konstruksi luarnya dari kayu dengan ornamen klasik beratap rumbia. Para wisatawan bisa bersantai di penginapan itu usai berselancar. Tapi di dalam “gubuk” tersebut, tersedia fasilitas internet dan siaran televisi kabel. Ada juga permainan ping-pong, DVD, CD player, majalah, buku-buku, jasa laundry, mini bar, dan fasilitas lain yang memanjakan pengunjung. Karena hampir semua tamunya adalah bule, maka pihak lodge menyediakan menu-menu makanan barat.
Bila Anda adalah seorang warga lokal, jangan harap bisa menikmati sebagian fasilitas wisata di pulau ini. Lodge hanya diperuntukkan bagi peselancar asing. Sial betul bukan? Tapi David mengaku bahwa mereka telah mengantongi izin pengusahaan Pulau Sibaranun dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, meskipun izin badan hukum perusahaannya belum ada karena pengurusannya sangat sulit.
Bagaimana Mencapai Pulau Sibaranun?
- Dari Kota Medan naik Merpati/SMAC/RAL dari Bandara Udara Polonia ke Bandara Binaka Nias. Penerbangan ada setiap hari. Dari Bandara Binaka Nias, sambung naik SMAC ke Bandara Lasondre, Pulau Tello(Pulau-pulau Batu). Penerbangan itu hanya 2 kali seminggu, yakni Rabu dan Jumat. Dari Pulau Tello, naik boat ke Sibaranun (carter atau angkutan rakyat). Hanya makan waktu 30 menit.
- Dari Kota Padang naik SMAC ke Bandara Udara Lasondre, Pulau Tello (Pulau-pulau Batu). Penerbangan ini dilakukan 2 kali seminggu, yakni Rabu dan Jumat.
- Naik Ferry dari Kota Sibolga ke Gunungsitoli, Nias, setiap hari. Naik Bus menuju Teluk Dalam Kemudian sambung naik Kapal Perintis Teluk Dalam, Nias Selatan, menuju Pulau Tello (sekali 20 hari). Dari Kota Padang, bisa naik Kapal Perintis ke Pulau Tello (sekali 20 hari).
Catatan redaksi:
Photo dan artikel oleh bung Ryan, terima kasih atas izin publikasi artikel ini di NiasPost.Com











