Segenap Crew NP Mengucapkan Selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012, Damai dan Sukacita Natal Senantiasa Nyata Dalam Hidup Kita

Potensi Minyak di Nias

Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd *

petanias

Barangkali ini cerita lama, tapi mengingat Nias kini sedang giat menggali potensi baik alam maupun manusianya, relevan juga untuk dibahas. Menurut saya, sisi positifnya lebih baik dikemukakan.

Ketika pengurus HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias) Kota Dumai bersilaturahmi dengan saya, secara spontan saya mengajukan pertanyaan tentang potensi minyak di Nias. Kebetulan, beberapa pengurus HIMNI Dumai tercatat sebagai karyawan Pertamina Dumai.

Saya mulai dengan pertanyaan, sejauh mana mereka tau tentang minyak di Nias. Dan apa benar informasi yang beredar mengatakan bahwa minyak di Nias masih mentah atau belum tua? Pertanyaan ini ternyata disambut antusias pengurus HIMNI Dumai yang karyawan Pertamina. Meski agak kaget, mereka menjelaskan dengan penuh kehati-hatian.

Menurut penjelasan mereka, potensi minyak di Nias memang bukan isu belaka. Dulu pernah tim dari Pertamina Dumai melakukan survey. Sayangnya, penanggungjawab survey tersebut telah meninggal dunia sehingga informasi sebenarnya jadi kurang jelas.

Berdasarkan penelusuran saya, tahun 1992-1996, PT Caltex Pasifik Indonesia juga pernah melakukan seismik dan pemboran eksplorasi di Blok Sibolga-Nias (offshore) pada sumur Ibu Suma #1, Ibu Suma #2 dan Ibu Suma #3. Dari ketiga pemboran eksplorasi tersebut memberikan indikasi kandungan gas dan minyak bumi.

Tahun 1997, blok Sibolga-Nias dikembalikan oleh PT. Caltex Pasifik Indonesia ke pemerintah Indonesia. Statusnya menjadi terbuka untuk perusahaan minyak dan gas bumi lainnya. Sejak dikembalikan itu, nasib minyak dan gas bumi di Nias nyaris tak ada kabar. Padahal, di situs resmi Pemprov Sumut tercatat salah satu potensi Minyak terdapat di Nias.

Menurut informasi, isu minyak belum tua, sengaja dilempar ke publik. Entah apa motif atau maksudnya, inilah yang perlu kita cari tau bersama.

Berkah Gempa Nias

Ternyata sesuai kata pepatah, gempa yang menimbulkan duka mendalam di Nias membawa berkah tersendiri. Menurut Tim Peneliti Gempa Bumi dan Geoteknologi, gempa tektonik berkekuatan 8,2 SR itu telah menciptakan harta dan sumber kekayaan baru bagi Nias. Diprediksi bakal tercipta sumber-sumber minyak baru dan kandungan mineral di dalam perut bumi sepanjang Samudera Hindia.

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Andang Bachtiar mengatakan, gempa yang terjadi di Samudera Hindia tidak mempercepat terjadinya pembentukan mineral, tetapi hal itu merupakan bagian dari siklus alami pembentukan mineral. Keterkaitan gempa dengan pembentukan mineral dan lain sebagainya merupakan salah satu mekanisme di mana gempa itu juga mengalami migrasi dari tempat pembentukan menuju wadahnya.

Memang, berdasarkan eksplorasi, sumber minyak terbesar berada di daerah sebelah timur Bukit Barisan dan Rumbai, yang saat ini dimanfaatkan perusahaan minyak asing. Di Nias, sumber minyaknya juga lumayan untuk menambah cadangan minyak Indonesia.

***

Teknis soal minyak, tentulah bukan saya ahli memberikan penjelasan. Tapi yang pasti, minyak merupakan sumber daya alam yang dapat dikelola untuk kesejahteraaan masyarakat dan demi kemajuan Nias.

Soal minyak di Nias masih mentah atau belum tua untuk ditambang, menurut informasi yang saya terima, bukan itu masalahnya sehingga sampai kini belum juga dilakukan aktivitas penambangan. ”Sudah cukup tua untuk ditambang,” ujar teman yang paham dengan perminyakan. Pun, potensi minyak di Nias, tak hanya di darat. Justru di laut tak sedikit bumi Nias mengandung minyak.

Berdasar informasi itu, seyogyanya ono niha mensyukurinya sebagai anugerah, terutama Pemda-pemda yang ada di Nias. Bahwa Tuhan telah menganugerahkan Nias dengan berbagai kekayaan alam, harus dimanfaatkan untuk kesejahteraaan bersama dalam konteks membangun Nias.

Mungkin, Pemda-pemda yang ada di Nias perlu kembali menelusuri apa saja yang menjadi permasalahan sehingga penambangan minyak bisa dilaksanakan.. Saya pikir, jika bisa segera ditambang, sedikit banyak akan berpengaruh terhadap berkurangnya pengangguran serta meningkatkan pendapatan daerah.

Dalam hal ini, dibutuhkan kreativitas dari Pemda-pemda yang ada di Nias untuk menelusuri informasi tentang minyak di Nias. Atau barangkali organisasi-organisasi masyarakat Nias (HIMNI?) serta putra-putri Nias yang memiliki akses ke arah itu diajak bekerjasama.

Saya berharap, semoga sumber minyak di Nias segera memberi manfaat pada masyarakat dan Tano Niha. Sebab, Tuhan tak akan mengolah anugerah yang diberi-Nya setelah Ia sediakan. Tugas manusia lah–terutama Pemda-pemda di Nias–untuk menjadikan anugerah itu sebagai berkah. Jika memang tidak bisa ditambang, sampaikan ke publik, kenapa?

* Drs. Firman Harefa, S.Pd : Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai-Riau

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes