Situs Blogger Ono Niha.Com telah diluncurkan yang beralamat di www.ononiha.com (27/02/2010)
Created by grupo mayan

Nias Hari Esok Ditentukan Nias Hari Ini

Posted on 02 May 2009 by NiasPost

Hari ini kenyataan, harapan untuk hari esok, sedangkan hari kemarin adalah pelajaran untuk hari ini dan hari esok. Memaknai secara saksama pepatah ini, bukan saja dapat menjadi penyemangat dan relevan dengan kehidupan. Ianya juga menjadi jalan yang terang untuk meraih masa depan yang lebih cemerlang karena waktu tak bisa diputar ulang. Bahwa apa yang kita lakukan hari ini adalah cerminan hari esok, memang begitu alam mengaturnya. Ibarat tanaman, ia tak bisa langsung tumbuh dan berbuah lalu kita petik hasilnya. Ada proses serta tahapan yang harus dilalui dan tergantung bagaimana tindakan kita untuk dapat memetik hasil sesuai keinginan.
Analogi diatas saya kira sangat relevan dengan kondisi di Kepulauan Nias. Sebagaimana yang terjadi Oktober 2008, Sidang Paripurna DPR RI mengesahkan tiga Undang Undang Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) yakni Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli. Ini berarti, dari sebelumnya yang cuma ada Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan, sekarang ada lima daerah otonom di Kepulauan Nias.
Kelahiran tiga DOB tersebut sesungguhnya merupakan awal perjalanan cita-cita yang diteguhkan ketika berniat memisahkan diri. Masih panjang dan berliku jalan untuk sampai pada sebenar-benarnya harapan.

Kebahagiaan, kegembiraan karena tiga pemekaran sekaligus dalam satu wilayah sebagai sejarah baru di Republik ini agaknya cukuplah untuk sekedar dijadikan hiburan pelepas lelah. Selanjutnya? Siapkan tenaga, pikiran dan kemampuan untuk menyongsong masa depan yang cemerlang karena apa yang kita kerjakan hari ini adalah cerminan untuk hari esok dengan mempelajari masa yang sudah lewat.

***

Berdasarkan hasil evaluasi Dirjen Perimbangan Departemen Keuangan tahun 2008, terungkap bahwa dari 145 DOB, sekitar 80 persen justru menimbulkan masalah. DOB tidak berdampak positif, baik dalam konteks pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Selama periode 1999 – 2008 saja, tercatat 173 DOB (7 Provinsi, 135 Kabupaten dan 31 Kota). Hal-hal yang dinilai negatif dari DOB adalah penyelenggaraan pemerintahan di DOB kurang efektif, seperti:

1. Kapasitas manajemen pemerintah kurang memadai.
2. Kualitas SDM aparat Pemda dan legislatif rendah.
3. Sarana dan prasarana pemerintahan minim
4. Timbul konflik perbatasan, lokasi ibukota dan penyelesaian penyerahan aset.
5. Pelayanan publik yang tetap buruk.
6. Kesejahteraan masyarakat tidak meningkat.
7. Demokrasi lokal tidak membaik.

Nah, dari evaluasi tersebut, saya kira terlalu naif jika tiga DOB di Kepulauan Nias tidak dapat mengambil pelajaran. Seharusnyalah itu menjadi acuan bagi pimpinan tiga DOB di Nias pada awal-awal pemerintahan dengan menyusun berbagai program yang mampu menjawab hal-hal negatif yang masih disandang oleh DOB di Indonesia saat ini. Saran saya, program yang akan dilaksanakan harus fokus dan terarah. Sasarannya; peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Saya, kita semua berharap penuh kepada pemimpin baru di tiga DOB Nias. Sebab, apa yang di perbuat hari ini akan menentukan Nias untuk hari esok.

***

Pasca pengesahan UU Pembentukan Kabupaten Nias Barat, Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli, perbincangan yang mengemuka selain angan-angan, adalah sosok bagaimana yang layak menjadi penjabat bupati atau walikota. Ini tentunya menjelang terpilihnya bupati dan walikota definitif.
Pengamatan saya, perbincangan soal penjabat dan apa yang harus dilakukannya sebagai pondasi untuk membangun Nias ke depan, terjadi di berbagai forum seperti di situs-situs internet, media cetak dan perkumpulan masyarakat Nias. Ini menunjukkan betapa besarnya perhatian masyarakat Nias untuk kemajuan daerahnya terlepas dari ada kepentingan lain atau tidak.
Masyarakat Nias sadar betul bahwa penetapan pejabat pelaksana tugas (Plt) Bupati / Wali Kota bukanlah domain masyarakat, tapi merupakan domainnya pemerintah, baik Pemerintah Daerah Nias maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Tapi, paling tidak, dari pebincangan itu, dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk menempatkan orang yang benar-benar kompeten.

Karena bagaimanapun, meski telah terjadi pemekaran, belum tentu dan serta merta Nias akan lebih baik, tapi sangat tergantung dari siapa pemimpinnya. Apapun yang hendak dicapai kelak, Plt adalah pejabat yang sangat menentukan. Plt adalah orang yang meletakkan kerangka dasar dari pembangunan selanjutnya. Kesalahan menunjuk Plt akan berakibat pada kegagalan pembangunan di daerah tersebut ke depan.
Ingat, menjadi pemimpin itu tidak susah, justru memimpin itulah yang susah. Siapapun pemimpin yang ditunjuk, hendaknya jangan sekedar mencari kekayaan, kekuasaan, dan kehormatan dengan cara menciptakan tembok-tembok sosial dengan rakyat. Bekerjalah dengan baik, jujur, benar serta ikhlas mengayomi masyarakat Nias.

Kembali saya tegaskan, hari esok Nias tergantung dari apa yang dibuat dan dikerjakan hari ini, yakni di tahun-tahun awal pemekaran. Bila salah berbuat, niscaya Nias akan tenggelam dibawah bayang-bayang kelam. Namun bila berhasil, Nias akan bersinar seperti lampu suar di tengah lautan.
Oleh karena itu, kepada ketiga Plt DOB di Nias kita harapkan kecerdasan dalam meletakkan kerangka dasar yang pas dan tepat. Perlu kehati-hatian agar pejabat defenitif yang dipilih kelak dapat dengan mudah melanjutkan pembangunan. Apakah Nias akan berjaya di masa depan? Atau hanya jadi lelucon baru DOB? Hari inilah kita tentukan untuk esok yang lebih baik..

Yaahowu fefu.

  • Drs. Firman Harefa, S.Pd: Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai – Riau

Artikel terkait:
  • Pariwisata Nias: Peluang, Ilusi atau Petaka?
  • Majulah Pulau Nias
  • Launching OnoNiha.Com
  • Perkenalkan, Gunungsitoli Kota SAMAERI
  • Pulau Sibaranun: “Secret Island” di Nias
  • Kategori | Nias, Opini
    Tags | ,

    Leave a Reply

    Forum diskusi

    Kategori

    Arsip

    Login