Bupati Nias dan Nias Selatan kunjungan ke Komisi II DPR RI Bahas Pemekaran Nias dan Tapanuli
Bupati Nias Binahati B. Baeha, SH dan Bupati Nias Selatan Fahuwusa Laia, SH beserta rombongan berkunjung ke komisi II DPR RI Jakarta, Rabu 05/03/2007. Rombongan diterima oleh Ketua komisi II DPR RI Evert E Mangindaan. Ikut dalam rombongan: anggota DPR RI Arisman Zagötö, Wakil Bupati Nias Temazaro Harefa, Ketua DRPRD Nias Ingati Nazara, Wakil Ketua DPRD Nias Selatan Sului Wau, Drs. Marthin Luther Daeli, MSi, Yustin Dachi, SH dan beberapa orang dari unsur masyarakat Nias beserta perwakilan Mahasiswa Nias dari Ikatan Mahasiswa Nias Indonesia (IMANI).
Bupati Nias Binahati B. Baeh, SH menyampaikan pernyataan sikapnya bahwa Kabupaten Nias tidak mau bergabung dengan bakal Propinsi Tapanuli namun mendukung pembentukan propinsi Tapanuli dengan alasan bahwa letak geografis Nias sangat jauh (dengan bakal ibukota Propinsi Tapanuli), tidak dapat bersaingnya sumber daya Nias dengan Tapanuli sehingga masyarakat Nias dikuatirkan hanya akan menjadi penonton bagi pembangunan yang akan dilaksanakan di propinsi baru itu nantinya.
Nias Selatan juga tidak mau bergabung dengan Propinsi Tapanuli, kata Yustin Dachi, SH (Ama Hiro) salah seorang putra Nias Selatan yang sudah berpengalaman di brokrasi Sumatera Utara. Sedangkan Bupati Nias Selatan Fahuwusa Laia, SH dalam kunjungan tersebut tidak menyampaikan pernyataan sikapnya.
Pernyataan sikap dari pemerintah daerah Nias beserta elemen masyarakat Nias (Kabupaten Nias dan Nias Selatan) ditanggapi oleh Ketua Komisi II DPR RI, segala pernyataan Nias ini akan kami bawa dalam rapat yang akan diadakan oleh komisi II. Komisi II juga berjanji akan memberikan perhatian dan dukungannya dalam pemekaran Kabupaten Nias yang akan dimekarkan menjadi 2 kabupaten (Nias Barat, Nias Utara) dan satu kotamadya Gunung Sitoli. Kunjungan Bupati Nias dan Nias Selatan beserta rombongan ini diakhiri dengan konferensi pers.
NiasPost.Com






March 10th, 2008 at 3:28 pm
Sungguh sangat disayangkan
selama ini putra-putri nias sangat enggan menyebut mereka menjadi bagian dari suku batak padahal kalau di koreksi dari silsisalh / pohon silsilah secara langsung dan secara tidak langsung suku nias adalah salah satu keturunan si Raja batak yang ada di pulau samosir.
Kalau berbicara tentang pemekaran tapanuli menjadi proptap dan kab.nias tidak mau ikut serta adalah salah satu kebodohan besar, alasan daerah yang jauh dari proptap jauh dan tidak sesuai .. kenapa tidak menjadi propinsi aja selama ini ? karena sampai sekarang kab.nias masih di sumut padahal kalau di perkirakan dari kota medan ke pulau nias sangat jauh …….. kalahkan ego dan menangkan kemajuan dan kesatuan jangan merasa sok jago dan merasa lebih dari suku batak yang nota bene adalah asal muasal suku nias.
SUKU NIAS SELAMA INI SELALU SOK JAGO DAN SAYA SANGAT MALU MENJADI PUTRA NIAS .
TERIMA KASIH
March 11th, 2008 at 3:24 am
untuk saudara kevin. jangan terlalu merasa benar dengan silsilah yang ada tersebut. ketidak ikutsertaan dengan Protap bukanlah bentuk sukuisme ataupun sentimen tertentu. tapi yang pasti bagaimana mencari solusi terbaik untuk nias agar mendapatkan kesejahteraannya. knp anda malu menjadi putra nias?? justru bangga mau menantang dan unjuk gigi di kancah nasional untuk pembangunan. anda lah yang menjadi cerminan nias, klo anda punya skill apapun untuk membangun nias, apa anda masih malu?? anda yang buat nias malu atau tidak dari keberhasilan anda itu sendiri.
jangan melihat sisi negatif terus dari setiap kebijakan ataupun hasil kesepakatan masyarakat nias secara umum. pandanglah positif dan lebih jauh lagi apa manfaatnya dan saya pikir saudara juga pasti tau koq. jd tetap semangat ya. ya’ahowu
March 22nd, 2008 at 1:12 am
Kevin, siapa bilang asal muasal orang nias itu dari suku batak??? Tau dari mana kamu? klo dari suku mongol, china, thailand, mungkin masih bisa dipercaya. Para ahli saja masih blom bisa memastikan asal-usul orang nias itu dari mana? Trus klo soal nias mo gabung atau tidak dgn proptap kita serahkan aj pada pemkab nias, ngapain kita capek2 mikirkan itu. Yang penting skarang, klo kamu cinta ama pulau Nias, tunjukan dan lakukan yg terbaik buat nias.
March 26th, 2008 at 2:19 pm
orang kita nias nie,hanya pandai ngomong aja,tapi melakukan yg terbaik ga mau…..,jadi kapan lagi mo maju kita nie,klo ga sejak dini ada kekompakan dan kerja sama yang baik,karena saya melihat sendiri bahwa kita nie ,hanaya sibuk aja mengkritik kesalan2 saudara kita tanpa mengeroksi diri kita sendiri.klo ada yg salah tolong di ingat kan secara baik2
April 8th, 2008 at 12:36 pm
Buat Saudara kevin…. kalau boleh tahu anda umur berapa? Sebenarnya kalau menurut saya sebelum kita sampaikan komentar, mesti harus bertanya dulu kepada yang lebih tahu jadi kita jangan langsung menjadi guru sementara kita masih duduk disekolah Tk maaf ini hanya koreksi. Kita sebagai pemuda Nias wajib memberikan suara,semangat dan dorongan kepada teman teman yang sedang menyampaikan Aspirasinya untuk mau membangun daerahnya .Jadi tidak salah dong …..kita mengatan maju terus pantang mundur hai saudara dan saudariku, jangan patah semangat terus maju membela Nias artinya saya setuju dengan komentar saudara daniel kita jangan cuma pandai ngomong tapi
sudahkah kita melipat lengan baju kita untuk turun langsung membangun Nias
April 8th, 2008 at 12:50 pm
Dulu jaman penjajahan orang Nias membela negara dan Daerahnya supaya tidak direbut dan dijajah oleh bangsa lain hanyalah memakai tombak dan perisai
bukan senjata api, bukan bom bukan pesawat mereka hanya jalan kaki dengan perlindungan perisai Tombak namun juga mereka punya hati yang bersih dan team work yang sangat kuat. Begitu juga teman-teman mahasiwa yang sedang berjuang, kami bangga anda memiliki jiwa yang yang sama prinsip yang sama motifasi yang sama. selamat berjuang Tuhan tahu apa yang anda sedang kerjakan saat ini,jadi pasti akan ada hasilnya