Dapatkan berita-berita terkini dari Kepulauan Nias langsung dalam genggaman Anda....
Created by grupo mayan
NiasPost.Com

Surfer Cilik di Pantai Sorake

Published on 02 Feb 2008

Pada bulan Desember 2008, NiasPost.Com mengunjungi pantai Lagundri-Sorake yang terletak di kecamatan Teluk Dalam, Nias Selatan. Pantai Lagundri-Sorake sangat terkenal di manca negara karena ombak di pantai ini masuk dalam 5 besar dunia bahkan konon kedua terbaik di dunia setelah Taiwan tetapi di dalam negeri pantai ini kurang dikenal. Kompetisi surfing yang bertaraf internasioanl sering dilakukan di pantai ini, “Nias Open” salah satunya.

Pada bulan Berkunjung sore hari ke pantai Lagundri-Sorake maka pemandangan yang lazim kita lihat adalah fenomena bocah-bocah lokal yang membawa papan selancar dimana-mana. Tidak ada raut ketakutan dimuka mereka, justru mereka siap menaklukkan ganasnya ombak dengan siap meluncur diatas papan selancar masing-masing sambil menari diatas gelombang di Teluk Lagundri-Sorake yang langsung menghadap samudera bebas itu. Meluncur diatas papan selancar sampai ke bibir pantai, selanjutnya berjalan disisi pantai dan berenang lagi untuk menunggu gulungan ombak berikutnya merupakan atraksi yang sangat menarik mengingat umur dan kemampuan mereka.

Walaupun umur surfer (peselancar) lokal ini terbilang masih belia, tetapi jangan berharap mereka akan kalah dengan surfer dewasa bahkan turis asing sekalipun. Kita berharap mereka akan menjadi atlet professional nantinya. Sebagai informasi, sudah banyak surfer lokal (Nias, red) yang ikut kejuaran di tingkat regional bahkan internasional dan tidak jarang mereka berkunjung ke luar negeri menaklukkan ombak disana. Salah seorang surfer putri Nias sekarang bahkan sedang di Bali untuk meningkatkan keahliannya disana.

Satu hal yang membuat Sorake menjadi tempat favorit peselancar adalah karena karakter ombaknya yang panjang, surfer bisa menunggangi ombak mencapai jarak sejauh 200 meter yang jarang ditemui di belahan dunia manapun. Selain itu, berselancar di pantai Sorake tidak membutuhkan tenaga untuk berenang ke dalam laut, akan tetapi cukup berjalan kaki di pinggir pantai yang dipenuhi batu karang, setelah sampai di titik/lokasi awal peluncuran maka surfer tinggal berenang sekitar 2-3 Meter ke dalam laut lalu tinggal menunggu datangnya gulungan ombak untuk meluncur.

Pesta Ya`ahowu yang terakhir diadakan pada tahun 1996 masih tersisa di benak penulis, atraksi lompat batu, tari perang dan masih banyak lagi atraksi budaya Nias pernah diperlombakan dulunya di pantai Lagundri-Sorake termasuk kompetisi surfing internasional yang diikuti peselancar dari berbagai negara ikut ambil bagian memeriahkan Pesta Ya`ahowu pada tahun 1996. Acara-acara seperti ini (Pesta Ya`ahowu) sebenarnya perlu dilakukan kembali untuk mempromosikan sekaligus melestarikan budaya Nias.

Dewasa ini, kunjungan wisatawan ke Nias terus merosot semenjak krisis moneter melanda Indonesia di tahun 2008 ditambah dengan gempa dan tsunami di Nias yang memporak porandakan fasilitas wisata di Nias sehingga akomodasi di lokasi ini sangat kurang memadai. Perhatian dari pemerintah maupun masyarakat sangat dibutuhkan agar wisata Nias semakin maju.



Artikel Terkait :


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!