Keberhasilan Seorang Pemimpin
Dalam hal apapun seorang pemimpin selalu dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan atau visi, tidak jarang oleh karena seorang pemimpinlah maka segala sesuatu yang kita harapkan dapat terwujud ataupun sebaliknya, kenapa? karena seorang pemimpinlah penentu. Kita tidak bisa pungkiri bahwa bangsa kita saat ini sedang mangalami krisis multidimensi atau krisis kepemimpinan, kenapa hal ini terjadi?karena tidak jarang bangsa kita melahirkan seorang pemimpin yang benar-benar memimpin dan di siapkan sebelumnya, sehingga terjadi seorang pemimpin yang mendadak yang akibatnya melahirkan pemimpin yang tidak bisa menangkap visi dalam kepemimpinannya. Kenapa pemimpin bisa berhasil dalam memimpin dan bisa menangkap visi dalam kepemimpinannya?
Ada tiga kunci keberhasilan seorang pemimpin dakam tokoh alkitab yaitu:
1. Pemimpin yang sudah dipersiapkan (Ester 2:1-18)
Serang pemimpin bisa berhasil dalam memimpin karena telah dipersiapakan sebelumnya, contohnya Ester, kalau kita melihat kehidupannya sebelumnya Ester hanyalah seorang yang biasa bahkan ia seorang yatim piatu, tetapi Ester dalam keadaan demikian berhasil menyandang sebagai ratu, kenapa? karena Ester benar-benar telah disiapkan jauh-jauh hari oleh Mordekhai yang tidak lain saudara ayahnya , Mordekhai melihat bahwa dalam kerajaan Ahasyweros membutuhkan seorang ratu pengganti ratu Wasti maka dengan diam-diam Mordekhai menyiapkan Ester bahkan segala apapun yang bisa membuat Ester di terima oleh raja Ahasyweros sebagai pengganti ratu Wasti.
2. Pemimpin yang berperawakan baik (Daniel 1:4-8)
Berperawakan baik maksudnya tidak cacat tetapi dalam pengertian disini saya maksud berkenan di mata Allah. Daniel berhasil membawa bangsanya keluar dari penyembahan berhala pada jaman kerajaan Nebudkanezar karena Daniel seorang yang takut akan Tuhan bahkan selama Daniel berada di dalam istana tidak pernah menajiskan dirinya dengan santapan raja (ayat 8). Jadi kunci dalam kepemimpinan juga adalah ketika tidak menajiskan diri dengan apa yang tidak berkenandi mata Allah.
3. Turut campur tangan Tuhan (Daniel 127:1)
Pemimpin berhasil ketika dalam kepemimpinannya melibatkan Tuhan, dalam ayat 1 sangat jelas bahwa semuanya akan sia-sia ketika turut campur tangan Tuhan tidak ada, ini mengandung arti ketika kita jadi pemimpin harus mengikut sertakan Tuhan, mengandalkan Tuhan serta kita juga harus mempunyai sifat rendah hati. Pemimpin yang selalu mengandalkan Tuhan akan berakibat pemimpin yang bijaksana, penuh hikmat dalam memimpin.
Ketika kita mau mewujudkan seorang pemimpin yang berhasil ada baiknya kita harus benar-benar mempersiapakan diri supaya nantinnya setiap kita bisa menangkap visi dalam kepemimpinan kita, biarlah hal ini menjadi bahan renungan buat kita semuanya. Tuhan Memberkati.
Oleh: Tobias Duha (Mahasiswa BSI Jakarta)





