Dari SITF 2007, Sumut akan Peroleh Lonjakan 5.000-an Wisman pada 2008 ?
Pariwisata Sumatera Utara (Sumut) diprediksi akan mengalami perubahan grafik kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) secara ‘spektakuler’ pada tahun 2008 mendatang, karena mayoritas ‘buyers’ dari sejumlah negara peserta SITF 2007 menyatakan akan mengarahkan dan mengerahkan rombongan Wisman ke daerah ini untuk mengunjungi objek-objek wisata Pulau Nias.
General Manager ACCOR Asia,Thibaud Paquin, dan praktisi pariwisata internasional dari Singapura, Shirley Ng, menyatakan alasan utama minat publik internasional untuk mengunjungi Pulau Nias di Sumut adalah keinginan melihat secara langsung kondisi daerah pasca bencana alam (gempa bumi, terutama tsunami) pada akhir 2004 lalu (tsunami) atau Maret 2005 lalu (gempa bumi). “Banyak orang (turis) Asia yang ingin melihat langsung daerah Nias setelah masa bencana alam tahun lalu. Saya kira akan lebih banyak yang datang ke daerah itu mulai tahun depan.,” ungkap mereka kepada pers di Medan, Minggu (10/6) seusai diskusi interaktif pariwisata Asia dalam MITTA Gathering, di Balai Rama Hotel Tiara Convention Hall Medan.
Forum Malaysia Indonesia Thailand Tourism Association (MIITTA) yang digelar 3 negara (Malaysia, Indonesia—Sumut dan Thailand) itu diikuti puluhan praktisi dan tour operator dari 17 negara peserta Sumatera International Fair (SITF) 2007, dengan moderator Ir Arthur Batubara MSc. Hadir antara lain Direktur Jenderal Promosi Luar Negeri Kementerian Budpar RI Tatang Rukhiyat, Kepala Badan Pariwisata Sumut Ir Henry Hutabarat, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Medan Syarifuddin SH mewakili Walikota Medan. Hadi juga Presiden of Malaysia Hotel Association Syed Nasaruddin Abdul Hadi, dan Presiden MITTA Dato Syed Mohammad Aidit.
Hari ke-2 SITF itu memang tak seramai tahun lalu. Sehingga, menurut beberapa praktisi pariwisata Sumut seperti JM Saragih dari Hotel Siantar SITF tahun ini tak ubahnya hanya acara pajang dan sebar-sebar brosur belaka. Sementara Suyanto Sastranegara dari Ravelino Travel di Medan menyatakan, SITF 2007 ini kurang semarak dari berbagai aspek seperti publikasi di Bandara dsb. Namun, menurut tour opetator local Victor Harefa yang juga delegasi pariwisata Nias, SITF 2007 ini justru menghasilkan ‘kejutan besar’ karena banyak reservasi dari sejumlah negara ‘buyers’ akan mengirimkan para pelancong ke daerah ini pada tahun 2008 nanti. Stan Nias disebut-sebut memperoleh reservasi terbesar dan stan Tapanuli Utara tampak menarik perhatian pengunjung karena menyajikan atraksi tortor (live show dance) non-stop persis di pintu masuk sejak hari pertama, “Kalkulasi sementara saja, ada sekitar 5.000 hingga 6.000 orang siap dikerahkan ke Sumut untuk mengunjungi Nias sebelum akhir 2007 ini. Itu berarti, setidaknya 10.000-an Wisman akan datang ke Sumut pada tahu 2008 nanti, apalagi reservasi itu dibarengi dengan adanya sinyalemen mitra investor untuk menambah armada penerbangan ke Nias,: katanya optimis dengan semangat.
Harefa yang juga mantan operation manager Merpati Agents di Nias itu menegaskan, beberapa negara yang telah melakukan reservasi dan kesiapan mengerahkan Wisman ke Sumut/Nias itu adalah Belanda, Jerman, India, plus negara Asia/ASEAN sendiri seperti Singapura dan Thailand.
Menanggapi hal ini, Ketua ASITA Sumut TD Leo dan Ketua PHRI Sumut / Kordinator Wilayah PHRI Sumatera Dr Drs Layari Sinukaban MBA, serta Ketua PHRI Samosir Maranti Tobing menyatakan SITF memang merupakan even dengan misi khusus untuk meningkatkan potensi serta mengembangkan promosi pariwisata daerah-daerah di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera.
“Dengan SITF ini, setiap daerah akan terpacu menambah produk atau paket-paket wisata yang akan ditawarkan kepada calon Wisman di luar negeri. Kalau selama ini daerah hanya bisa menggelar acara wisata hanya 1-2 kali setahun, ke depan bisa 6 bahkan 12 kali atau lebih dalam setahun, seperti yang dimulai daerah wisata kota Medan. Sehingga, para Wisman punya banyak pilihan. Misalnya, turis yang ke Parapat, tidak hanya menikmati Danau Toba. Turis yang ke Nias tak hanya menikmati surfing, dll,” ujar mereka.
Sumber: SIB
Leave a Reply

